Mendidik Anak dengan Perhatian

22 05 2007

anak sekolahSebagaimana kewajiban memberi makan, minum, dan pakaian kepada anaknya, setiap orang tua wajib memperhatikan dan menyuburkan hati mereka dengan ilmu dan iman serta memakaikan pakaian takwa pada ruhaninya.

“Hendaklah kalian mencegah mereka dari apa yang dilarang oleh Allah dan menyuruh mereka mengerjakan apa yang diperintahkan oleh-Nya. Hal itulah yang menjadi benteng antara mereka dengan api neraka”. Demikian Umar bin Khatab ra memberikan tafsiran pada Alquran surat At Tahrim: 6. Penafsiran ini sebagai bentuk perhatian yang harus diberikan setiap orang tua kepada anaknya.
Read the rest of this entry »





Sosok Suami Teladan

22 04 2007

suamikuRasulullah adalah sosok suami teladan. Menginjak umur 25 tahun, Muhammad Rasulullah menikah dengan Khadijah binti Khuwailid. Sejak itu beliau mengarungi kehidupan rumah tangga yang penuh ketentraman. Rasulullah amat menghormati wanita, terlebih istrinya. Beliau bersabda, “Tidaklah orang yang memuliakan wanita kecuali orang yang mulia, tidaklah orang yang menghinakannya kecuali orang yang hina”.

Menghormati istri adalah kewajiban suami. Alquran berkali-kali memerintahkan para suami agar menghormati dan berbuat baik terhadap istri. Perbuatan baik ini tidak terbatas pada berlaku sopan terhadap istri saja, tapi mencakup bersikap sabar ketika menghadapi kemarahan istri sebagai rasa sayang atas kelemahannya.

Read the rest of this entry »





Materi Pendidikan Anak

22 04 2007

dia-komputer.jpgTanyakan pada anak-anak tentang cita-cita mereka di masa depan! Kemungkinan jawaban mereka beragam, ingin jadi dokter, insinyur, arsitek, pilot, pembalap, atau profesi lain yang akrab dengan kehidupan mereka. Namun beberapa saat kemudian mereka berubah pikiran, ingin menjadi yang lain.

Itulah anak-anak. Dengan bebasnya mereka menyampaikan keinginannya tanpa takut untuk didebat orang lain. Tanpa ragu dengan sesekali diselingi gelak tawa lepas, mereka menjelaskan dokter itu siapa dan bagaimana dia bekerja sesuai dengan pemahaman mereka yang sederhana.
Pemahaman mereka tentang sesuatu diperoleh dari orang-orang di sekitarnya atau dari televisi yang saat ini telah menjadi sahabat dekat. Jika tidak bermain di rumah, mereka lebih suka menghabiskan waktu di depan televisi.

Read the rest of this entry »





Cermin Anak, Cermin Orangtua

22 11 2006

Pernah diberitakan oleh media massa cetak telah terjadi penangkapan seorang bapak yang menjual anaknya sendiri. Meski kemudian, sebagaimana diberitakan, diketahui motif bapak itu menjual anaknya sendiri, yakni karena derita kemiskinan, pemberitaan itu sendiri telah memanjangkan deretan permasalahan sekitar dunia anak.

Ya, anak adalah amanah – mengikuti bahasa agama. Lebih dari itu, anak adalah qurrata a`yuun, penyedap mata, dan tentunya penenteram jiwa buat kedua orangtuanya.

Menjaganya, tentu kewajiban orangtua.

Ada dua amanah wajib yang telah dilansir dalam hadits Nabi saw mengenai amanah anak. Pertama ialah, memberikannya nama yang baik. Dan yang kedua, memberikannya pendidikan terbaik. Mengapa memberikan nama yang baik? Sebab, dalam Islam, nama seorang anak tak lain doa dari kedua orangtuanya. Didalamnya, terkandung cita, cipta dan cinta orangtua terhadap anak. Mereka berharap, keturunan inilah yang akan melanjutkan cita-cita dua insan yang membangun mahligai keluarga.

Read the rest of this entry »





Perhatikanlah Anak-Anakmu

22 11 2006

keluarga.jpg“Jikalau Anda tidak mengatakan kebenaran tentang diri sendiri, Anda tidak dapat mengatakan kebenaran tentang orang lain” (Virgina Woolf). Diriwayatkan dari Anas ra, ia berkata, “Suatu hari aku sedang bersama anak-anak. Tiba-tiba muncul Rasulullah SAW dan berkata, ‘Assalamualaikum, hai anak-anak’.”

Sementara itu, pada suatu hari, seorang pegawai Umar bin Khatab ra menemui khalifah tersebut. Ia kaget mendapati sang khalifah sedang berbaring, sementara beberapa anak kecil sedang asik bermain-main di sekitarnya. Orang tadi memperlihatkan rasa keheranan melihat hal itu.

Read the rest of this entry »





IBU SEBAGAI PENDAKWAH

12 11 2006

iburiva.jpgSalah satu agenda utama dakwah ialah membina generasi baru berkeperibadian Muslim yang mantap dan sempurna. Tugas ini akan lebih berkesan sekiranya ia didokong sepenuhnya oleh ibu-ibu orang yang paling dekat dan rapat dengan generasi baru ini. Untuk itu, langkah-langkah perlu diusahakan bagi membimbing dan melatih ibu-ibu sebagai pendakwah. Bimbingan dakwah kepada golongan ibu harus meliputi beberapa perkara asas berikut, antaranya ialah pemupukan kesedaran dan kefahaman terhadap misi serta ruang lingkup dan cabaran dakwah dalam konteks masa kini.

Antara misi dakwah penting yang harus dijayakan oleh ibu-ibu ialah membangunkan generasi baru Muslim yang mantap yang diukur dari sudut nilai akhlak, kecerdasan minda, kestabilan emosi, kecergasan jasmani dan ketaatan kepada rukun dan perintah agama. Ibarat pepatah `melentur buluh biar dari rebungnya’, ibu-ibu merupakan pelentur yang paling berkesan terhadap anak-anak mereka yang berpanjangan berada dalam dakapan mereka. Ini sejajar dengan sabda Nabi Muhamad menegaskan bahawa anak-anak adalah ibarat kain putih yang suci dan bersih dan terserah kepada ibu bapa mereka untuk mencorakkan bentuk keperibadian mereka di masa depan.
Read the rest of this entry »








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.