Ayam Pelung vs Plu Burung

1 07 2007

riva-ayam-pelung-cianjur.jpgCianjur, Kompas – Para peternak ayam pelung di Cianjur, Jawa Barat, mendesak agar pemerintah lebih aktif menginformasikan kepada masyarakat bahwa ayam pelung aman untuk dipelihara.

Pemerintah setempat juga diminta segera menyosialisasikan tentang virus flu burung kepada para peternak ayam. Pasalnya, wabah flu burung membuat minat masyarakat membeli ayam pelung merosot drastis.

Ketua Himpunan Peternak Penggemar Ayam Pelung Indonesia (Hippapi) Kabupaten Cianjur Memet Mohamad Tohir mengemukakan hal itu saat ditemui di kediamannya di Kabupaten Cianjur, Jumat (30/1).
Read the rest of this entry »





Cianjur oh Cianjur

27 06 2007

Kalau kita di depan net dan masuk ke internet kita ketik kata-kata gadis cianjur – cewek cianjur – atau kata-kata yang berbau-bau baik cewek maupun gadis cianjur atau mugkin prawan cianjur, pastilah yang keluar adalah tentang cianjur yang berbau-bau porno… sangat di sayangkan.

Padahal kalau kita telusuri ternyata kata-kata itu semua tidaklah banar. Saya sudah survay dan surving semalaman menelusurinya, dan alhamdulilah itu semua boong.. (bukan apa-apa hanya ingin membuktikan kebenara akan cerita dan kata) yang berbau gadis cianjur – cewek cianjur dan gadis cianjur.

Seperti kalimat ini : “Gadis Cianjur yg Lagi Hebohhhhhhhhhhhhhhh Banget …” -“mau donk video smun 2 cianjur” – galeri foto anak sma cianjur – Pesta sek Smu Cianjur dan masih banyak lagi.

Read the rest of this entry »





Leganda Jambu Dipa – Cianjur

26 06 2007

riva-cianjur-jambu.jpgBEGITU memasuki Desa Jambu Dipa yang terletak di Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, hamparan sawah terlihat hampir di setiap jengkal tanah. Tanaman padi yang tumbuh di areal persawahan itu terlihat subur dengan pengairan yang memadai.

Bagi warga desa tersebut, tanah adalah berkah Tuhan yang tak pernah henti mereka syukuri. Hampir setiap jengkal tanah di daerah itu luput dari bencana kekeringan tahunan. Sumber mata air yang keluar dari kaki Gunung Gede seakan tiada habisnya mengairi areal persawahan di desa tersebut.

Kesuburan tanah di daerah itu membuat Desa Jambu Dipa dikenal sebagai sentra produksi padi pandanwangi. Menurut Burhan, sejak dulu orang mengenal Jambu Dipa sebagai penghasil beras asli pandanwangi yang baunya harum dan rasanya enak. “Dulu orang suka bilang beras Jambu Dipa untuk membedakan beras pandanwangi produksi desa ini dengan beras pandanwangi produksi daerah lain di Cianjur. Karena memang rasanya lebih enak dibandingkan yang lain,” tuturnya.
Read the rest of this entry »





Pindah Rumah Yuk.?

24 06 2007

cianur-web-id.jpg

Karena Dapat Rumah baru, rumah yang lama di tinggal kan..?!! Mulai saat ini saya mo pindah rumah dari http://rivafauziah.wordpress.com ke http://rivafauziah.cianjur.web.id

Sebanarnya rumah baru saya dapatkan secara tidak sengaja, tapi emang sengaja brosing (binggung kan) Info Dari SINI – Bahtiar. Karena malam tadi saya jalan-jalan dan muter-muter di cianjur sampai pagi. Hampir semua gang dan lorong cianjur saya singgahi.. akhir berhenti di CIANJUR.WEB.ID.

Karena Agak Cocok (dan yang lebih penting lagi Gratis..!) kenapa tidak dimanfaatkan rumah yang baru. Walau begitu rumah yang lama tetapTHE BEST. Tak akan terlupakan.

Siapa Mo Ikutan Nempati Rumah Baru… Buruan di tunggu…! Kalau rame2 kan enak gak sepi.

Yang Sudah Menempati Rumah Baru :

telematika.jpg

SALAM CIANJUR





ALFAMART-Bagi2 Permen..?

16 06 2007

alfamart permenKejadian ini saya alami minggu kemarin, habis jalan-jalan sekalian mampir di minimarket ALFAMART- TRIJAYA-WARUNGKONDANG-2. Dan nyoba minimarket baru.

Bukan itu yang mau saya ceritakan. Nah saat saya membayar makanan. Yang harus saya bayar adalah sebesar 44.700 rupiah. Dan saya menyerahkan uang 50.000 rupiah. Berarti saya mendapat kembalian 5.300 rupiah dong. Mbak kasir nya sempet tanya saya, apakah punya uang 300 rupiah, saya bilang tidak punya. Dan tiba-tiba tanpa minta maaf dan menyerahkan permen 2 buah sebagai pengganti 300 rupiah tadi. Saya cuma bisa bengong dan dongkol!

Tadinya saya mau protes langsung, cuma setelah saya pikir-pikir lagi, gak usahlah mungkin itu salah satu keuntungan ALFAMART sekalian menjual permennya kepada konsumen.

Atau lebih baik kita juga siap permen setiap kali kita belanja, jadi waktu ada harga misalkan 75, kita bisa keluarkan uang 50 kita + permen? Coba gimana reaksi penjaga kasir itu? Tapi seharusnya mereka bisa terima, karena mereka juga suka kasih permen untuk kembalian kita. Atau mungkin kita nanti kalau mau beli ke Minimarket bawa Jagung sama singkong buat di tukar sama beras, gula dan kopi…. Gimana hayo..?

Padahal, kalau dilihat dari pelaku diatas, mereka adalah perusahaan besar yang tentu saja sangat mudah untuk menukarkan sejumlah uangnya di Bank (setahu saya di Bank Indonesia menerima penukaran uang) dalam pecahan yang lebih kecil.

Apakah kejadian ini dibenarkan atau tidak.. anda yang menilai, terus gimana sistem kerja dan Undang-Undang Nomor: 8 Tahun 1999, Tanggal 20 April 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan juga BPKN selaku Badan Perlindungan Konumen Nasional?. Padahal kita dalam hal ini adalah selaku konsumen..





SEJARAH CIANJUR

14 06 2007

logo-cianjur.jpgSejarah Kabupaten Cianjur sangat sedikit diketahui, akan tetapi menurut cerita-cerita dari orang tua, daerah Kabupaten Cianjur dahulunya adalah termasuk kedalam wilayah Kerajaan Pajajaran.
Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kepercayaan masyarakat Cianjur yang sama dengan masyarakat pada jaman kerajaan pajajaran yang banyak mengenal kebudayaan hindu.

Asal usul Kabupaten Cianjur diketahui setelah masuk pengaruh Islam ke Cianjur dari Kesultanan Banten kira-kira abad XV.
Bupati pertama Cianjur bernama Wiratanu I yang memerintah kira-kira abad XVII berpusat di Cikidul-Cikalong Kulon 20km sebelah utara Kabupaten Cianjur sekarang. Kemudian dipindahkan oleh Bupati Wiratanu II ke tepi sungai dan jalan raya yang telah dibuat oleh Daendels antara Anyer – Panarukan yaitu Kota Cianjur sekarang.

Kota Cianjur menjadi Kota Keresidenan Priangan pada masa Raden Kusumah Diningrat dengan wilayah meliputi Pelabuhan Ratu sebelah barat, Sungai Citanduy dengan barisan Gunung Halimun, Mega Mendung, Tangkuban Perahu sebelah timur, dan Samudra Indonesia sebelah selatan.
Kemudian pada masa Bupati R.A.A Prawiradiredja wilayah Cianjur mengalami perubahan menjadi Cikole sebelah barat, Sukabumi sekarang, Bandung dan Tasikmalaya dengan Ibukota Keresidenan dipindahkan ke Bandung.
Read the rest of this entry »





Beras Cianjur

9 06 2007

MEMBANJIRNYA beras impor akhir-akhir ini ternyata tidak melunturkan pamor beras cianjur yang sedang merajai pasar. Banyak konsumen yang menguber beras tersebut di antara puluhan nama beras. Beras cianjur masih memiliki keunggulan yang tidak bisa disamai oleh beras dari daerah lain. Sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Barat, cianjur identik dengan nama ”pandan wangi”. Trademark yang kondang sejak tahun 1973 ini membawa cianjur semakin harum namanya di pasaran beras lokal, nasional, maupun internasional.

Padi pandan wangi termasuk varietas Javanica dengan ciri bulat, berbulu, dan tahan rontok. Usia tanamnya 150-160 hari dengan tinggi 150 sentimeter. Padi pandan wangi sebagian besar dihasilkan di Kecamatan Warungkondang dan sedikit di Kecamatan Cugenang dan Cibeber. Upaya pengembangan padi pandan wangi beberapa kali dilakukan di luar kecamatan tersebut. Hasilnya masih mengecewakan. Aroma wangi pandan tidak muncul dan rasanya tidak sebagus beras pandan wangi produksi Kecamatan Warung-kondang yang dikenal nasinya pulen, enak, dan wangi.
Read the rest of this entry »





Melanjutkan Sejarah Ayam Pelung dan Maen Po

29 05 2007

ayam-pelung-riva.jpgRiva Cianjur - SIANG itu, sesosok laki-laki tampak terkantuk-kantuk di atas kursi malas. Di hadapannya, berjajar ratusan kurung ayam pelung (gallus domesticus var pellung). Namun, telinga laki-laki berusia 52 tahun yang memiliki nama lengkap Memet Mohammad Thohir Abdurrahman, hanya terpusat pada suara ayam pelung bernama Kinanti.

”Kalau saya tidak menjadi juri, Kinanti selalu ikut kontes dan juara,” tutur Ketua Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Indonesia (Hippapi) Jawa Barat ini saat ditemui di rumahnya, Jln. Oto Iskandardinata, Cianjur, beberapa waktu lalu.

Menurut Kang Memet, demikian ayah 4 anak ini biasa disapa, selain dari sisi ekonomi sangat menguntungkan, alasan ia memelihara ayam pelung lantaran cinta. ”Juga hitung-hitung menyelamatkan sejarah karena ayam pelung merupakan satu-satunya hewan ciri khas dari Cianjur,” ujarnya.
Read the rest of this entry »





Atasi Kemacetan Cianjur!

27 05 2007

KEMACETAN tampaknya masih menjadi persoalan pelik yang kerap mewarnai sejumlah kota-kota besar maupun kota-kota kecil. Tak jarang, sebagian pengendara kendaraan memilih jalan-jalan tikus sebagai jalur alternatif menuju tempat tujuannya. Termasuk di Kab. Cianjur, kemacetan mulai menjadi permasalahan yang setiap harinya kerap mewarnai beberapa ruas jalan, terutama jalur utama di dalam kota.

Masih tersentralisasinya beberapa pusat kegiatan atau central business district (CBD) di jantung kota Cianjur, disinyalir menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kemacetan. Seperti diakui Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishubpar) Kab. Cianjur, H. Kusnadi Sundjaya, salah satu faktor penyebab kemacetan yang kerap mewarnai sejumlah ruas jalan di pusat kota Cianjur adalah masalah konsentrasi aktivitas di pusat perkotaan.
Read the rest of this entry »





Forum Pemda Cianjur

26 05 2007

Perkembangan teknologi dan informasi semakin hari semakin berkembang khususnya di kabupaten cianjur. Ini dapat di lihat dengan semakin maraknya warung-warung internet “WARNET” di cianjur. Hampir di setiap sudut kota bahkan di dalam gang-gang kecil sudah ada layanan internet.

Perkembangan dunia usah dan bisnis pun sudah mulai mengeliat di kabupaten cianjur. Untuk lebih detail disini

Guna memenuhi kebutuhan layanan informasi yang cepat dan akurat pemerintah kabupaten cianjur sudah membangun pusat informasi kepada masyarakat dengan terbangunnya website kabupaten cianjur.

forumcianjur.jpg

Informasi yang ada di dalamnya sangatlah lengkap. Tetapi ada susuatu yang hilang disini, FORUM DISKUSI. Sejak beberapa bulan yang lalu dalam pengamatan saya ajang diskusi di kabupaten cianjur hilang dari peredaran. Padahal fungsi dari pada forum diskusi ini sangatlah luas, sebagai ajang tukar informasi yang menjembatani aspirasi komunitas warga cianjur.

Kotak dengan sang admin sudah kami lakukan beberapa kali tetapi hasilnya tetap nihil. Tidak aja jawaban atau komentar. “NO COMMENT”








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.